Strike Mania -Tutorial mancing: Tehnik Memancing
Tampilkan postingan dengan label Tehnik Memancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tehnik Memancing. Tampilkan semua postingan

Tehnik Mengikat Pancing

Ada beberapa tehnik di dalam mengikat kenur ke Hook/mata kail :
Untuk Anda yang mungkin masih pemula dan gemar/hobby mancing (kolam,laut)dan merasa kesulitan bagaimana cara mengikat kenur ke mata kail mungkin bisa didapat di sini.
Karena Fight untuk ikan2 di laut sangat berbeda dgn ikan2 di danau,sungai,sehingga di perlukan tehnik2 mengikat kenur ke mata-kail,kili-kili/swivel,Lure.

Cat : Yang perlu di perhatikan adalah apabila kita memancing dilaut adalah antara lain :
Pada saat mengikat pancing usahakan Leader atau senar yang paling ujung dibawah kili-kili/swivel lebih besar dari pada senar utama atau senar yang ada di Reels/gulungan.
 
Untuk cara-cara mengikat senar/kenur ke matakail/Hook agan bisa klik link dibawah ini .dimana banyak sekali cara-tehnik mengikat pancing (Online mudah di ikuti)

http://www.netknots.com/html/fishing_knots.html


Semoga bermanfaat 
 


Waktu Mancing Yang Tepat ?

Tidak setiap pemancingan ikan di laut selalu berhasil dengan baik. Saat memancing ikan dilaut, ada beberapa faktor yang cukup signifikan akan mempengaruhi hail memancing salah satunya adalah Faktor cuaca atau faktor alam sangat berpengaruh pada hasil tangkapan. Faktor cuaca biasanya tergantung dari bermacam faktor.
  • Faktor cuaca di atas permukaan laut
  • Matahari dan Bulan
Terik tidaknya matahari pada siang hari kadang mempengaruhi kegiatan ikan. Memancing yang baik adalah saat menjelang pagi atau subuh, dimana secara biologis ikan baru keluar dari tidurnya dan mencari makan. Diteruskan hingga siang hari teriknya matahari yang terus bersinar tanpa adanya mendung dan gelap.
Sedangkan di malam hari berpengaruh kepada ada atau tidaknya bulan. Pada malam hari memancing ikan yang baik adalah pada saat tidak ada bulan atau dengan kata lain pada saat tidak ada sinar. 

Karena air laut itu mengandung garam maka jika ada sinar bulan pada malam hari akan menyebabkan senar pancing yang ada di dalam air laut akan terlihat seperti menyala, itu diakibatkan karena adanya sinar atau cahaya dari atas permukaan air. Tetapi untuk memancing cumi-cumi atau udang lebih sering dilakukan pada malam hari justru disaat ada bulan adalah saat yang paling baik, karena hewan-hewan ini sangat tertarik kepada cahaya yang menyebabkan mereka mengumpul di permukaan laut disaat ada bulan.
Itu sebabnya mengapa nelayan pada malam hari menggunakan lampu atau petromak untuk mencari ikan kecil, udang dan cumi-cumi.
  • Angin, Ombak dan Awan
Kecepatan angin juga mempengaruhi kegiatan ikan, karena besar tidaknya ombak adalah akibat dari tiupan angin. Dari tiupan angin akan mengakibatkan adanya ombak dan juga bisa berpengaruh kepada ada atau tidaknya awan. Jika memancing di tengah teluk yang curam disaat ombak besar ikan-ikan yang lebih kecil biasanya akan menuju ke teluk yang mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut ke dalam teluk untuk mencari mangsa.

Aliran angin juga tergantung dari cuaca dan musim. Jika mendung dan matahari terhalang atau redup, ikan laut juga biasanya akan berenang dan berada lebih kedalam air atau bahkan ke dasar laut. Disaat hujan atau musim hujan, ikan laut cenderung lebih sedikit karena salinitas air laut atau kadar garam pada air laut berkurang yang disebabkan oleh banyaknya air tawar yang terbuang ke permukaan laut juga ditambah oleh aliran muara sungai tempat air tawar terbuang ke tengah laut dan mengakibatkan ikan menuju ke tengah laut, ke dasar laut atau bersembunyi dikarang. Sedangkan jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya sebentar apalagi ketika hujan baru reda kadang ikan akan bertambah lapar dan agresif.
  • Faktor Cuaca di dalam air laut
  • Suhu air laut
Suhu air laut sangat berpengaruh pada ikan, jika terlampau panas ikan akan lebih ke dalam laut atau ke tengah laut untuk mencari suhu yang lebih dingin, tetapi pada suhu yang agak tinggi ikan akan lebih agresif dalam mencari makan. Sedangkan jika suhu air laut terlampau dingin, ikan akan kurang dalam selera makan dan kurang begitu agresif.Suhu air laut daerah tropis berkisar antara 26 – 35 derajat celcius sedangkan pada daerah kutub bisa mendekati nol derajat celcius.
  • Arus Air laut
Arus air dipengaruhi oleh keadaaan laut sekitarnya. Banyak kejadian pada saat situasi angin lemah, arus air bisa kencang atau pada saat angin kencang arus air dalam laut justru lemah. Jadi arus air tidak dipengaruhi oleh angin.
Jika arus air laut kencang dapat terlihat pada mancing dasar oleh miringnya senar pancing ketika timah pemberat umpan pancing dan mata kail sudah menyentuh dasar laut.
Kadang mata kail dapat bergeser sangat jauh atau bahkan tidak dapat menyentuh dasar laut. Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan memberi pemberat yang lebih besar. Seperti layaknya udara, air laut bergerak dari yang bersuhu dingin menuju ke suhu yang lebih hangat. Pada daerah pertemuan kedua arus inilah biasanya ikan banyak berkumpul.
  • Kejernihan air laut
Faktor kejernihan atau kekeruhan air laut juga patut diperhitungkan. Kadang kekeruhan air yang buruk atau banyaknya sampah dapat menyebabkan ikan berkurang. Saat yang lebih baik adalah pada keadaan laut sekitarnya bening dan berwarna biru terang dan matahari bersinar terik. Kadang perbedaan warna laut bisa diakibatkan oleh sinar matahari yang redup atau terhalang oleh mendung, hal ini dapat menyebabkan air laut terlihat keruh.

Tetapi kalau tangan sudah gatel ya terkadang gak perduli waktu,kecuali angin kencang ....


Beberapa Tehnik Mancing

Ada beberapa Istilah dan TEHNIK yang dapat digunakan  yaitu :

MANCING DASAR ( Bottom Fishing ),
yang biasanya ikan yang didapat adalah Kakap Merah, Kuwe, Krapu, dan beberapa ikan dasar lainnya. Terkadang Tenggiri dan Barracuda juga dapat dipancing dengan cara ini.(my Favourite).

KONCER (LIVE BAIT), cara ini sedikit unik, tanpa menggunakan timah/ pemberat, jadi kenur utama dipasang kili-kili peniti, kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda.
Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pamangsa, seperti Tenggiri dan Barracuda menyambar umpan hidup tadi.
Terkadang digunakan pula balon, yang berguna agar ikan tidak berenang ke bawah, sehingga ikan selalua berada di permukaan (1-2m dari permukaan)
Tehnik ini yang sangat efisien dan efektif untuk mancing tenggiri di Kep. Seribu, dan saya sangat menggandrunginya.

TONDA (TROLLING), dengan umpan buatan sepeerti rapala, king getter, spoon, dsb – ditarikkapal dengan kecepatan 5-7 knot. Jarak umpan dari kapal sekitar 20-50m tergantung dari umpannya.
Cara ini kurang efektif bila digunakan di daerah Kep. Seribu yang tidak banyak ikan palagis diatas 10 kg.

CASTING, biasanya dilakukan dari pinggiran laut, sepeti dermaga, batuan, bahkan diatas kapal yang sedang berhenti / jalan dengan pelan. Umpan yang digunakan biasanya tiruan, dengan berat sekitar 7-20gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Dan hal ini dilakukan berulang-ulang sampai ikan menyambar maupun sampai tangan pegel !
Kalau saya suka casting dari dermaga pulau dengan target ikan kuwe maupun tenggiri kecil, tetapi kalau belum dapat juga , ya casting cumi untuk makan malam.

POPPING - tehnik ini biasanya sih digunakan di daerah Bali, dan banyak dilakukan oleh orang asing, seperti Jepang dan Korea. Tidak ada salahnya anda mencoba. Keduanya hampir sama caranya, adalah dengan mengayunkan umpan tiruan, maupun menggulung reel dengan cepat, kemudian berhenti dan menggulungnya lagi. Kesemuanya bertujuan agar umpan tiruan tersebut mirip ikan umpan alami, sehingga ikan mau menyambar.

Mancing dengan Layang-Layang – biasanya sering saya jumpai di pinggiran pulau Seribu, para nelayan yang mancing dengan menggunakan layan-layang! Target ikannya adalah cendro. Bagaimana caranya ? sepertinya ikan cendro ditangkap dengan tali laso, tanpa menggunakan pancing. Saya kurang jelas sekali masalh ini, karena belum pernah ikutan nelayan itu, lagipula saya melihatnya dari jarak 5-10m dari kapal.
Jigging : Tehnik ini sangat menguras tenaga dikarenakan umpan yang dipergunakan beratnya bervariasi dengan kedalaman laut yang lumayan dalam 80-100 meter.Umpan yang digunakan adalah Metal Jig.cara memancingnya dengan cara Joran di sentak-sentak keatas sembali menggulung reels.




Mancing GARONG – disebut demikian karena memang NGGARONG ikan ! jadi pancing tidak selalu berada di mulut ikan, tetapi terkadang ada di pipi, di pundak, perut, buntut dsb. Dan pancingnya pun disebut pancing GARONG, yang terdiri dari 6 rangkaian mata pancing, yang berbentuk matahari, menggunakan joran TEGEK, sepanjang 4-6meter. Target ikan adalah keluarga RABBIT FISH, seperti Baronang, Botana, dan terkadang juga ikan Kakak Tua. 

Ada 1 lagi istilah mancing di daerah asal saya yaitu MERAWAI :
Dengan cara membuat pancing yang biasanya joran terbuat dari bambu yang di potong-potong dengan panjang kurang lebih 1 s/d 1.5 meter dan dibuat cukup banyak tergantung yang mo mancing aja dech.Nah caranya dengan menancapkan bambu-bambu tadi ke tanah persis dipinggiran sungai,kolam atau rawa-rawa dan di biarkan beberapa jam dan.Biasanya kalau di pasang pagi sore dilihat dan di pasang Sore ke esokan harinya di lihat.

Gabus / Snake Head


Lele / CatFisH

Umpan yang paling cocok adalah umpan ikan sungai hidup yang berukuran kecil (biasanya ikan sepat)untuk Target ikan Gabus/Haruan  atau Snake Head.
Untuk umpan cacing biasanya target ikan pepuyu/papuyu juga Lele atau CatFish.

Kalau saya sendiri paling suka ama tehnik mancing Bottom Gak ribet kasih umpan bandul tenggelam tunggu dech …he he he  

Salam
AngleR




 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates